Bahkan cahaya lampu dan hujan pun dapat memberi saya pelajaran. Pelajaran untuk menentukan pilihan, dan menikmati kebebasan, yang pada akhirnya mampu memberi keindahan dan kesejukan.
suara hujan di balik jendela tersamar oleh beberapa lagu random yang terputar di playlist saya. saya sedang menghadap ke arah jendela, memperhatikan sebuah lampu yang berjarak kurang lebih 10 meter dari tempat saya duduk. Ada titik-titik hujan diantara bias cahayanya. Kemudian saya melihat titik-titik air itu jatuh menyapa kabel hitam besar, berkumpul beberapa menit di sana, lalu kemudian jatuh menyentuh tanah. Saya sedang bermain bersama imajinasi saya saat itu, membebaskan suara-suara kecil bergema terus-menerus dalam kepala saya.
"mungkin saja lampu itu memilih berada di jarak 10 meter dari saya, di tengah-tengah daun pohon mangga supaya bias cahayanya bisa terpantul dari daun yang basah seperti cermin, dan pada akhirnya menciptakan rona kuning kehijau-hijauan yang indah"
"mungkin saja, titik-titik air hujan ini memilih untuk perlahan-lahan jatuh dari awan, menyapa kabel hitam dan berkumpul lalu akhirnya bertemu dengan tanah sebagai cara terbaiknya menciptakan sejuk dan romantisme tersendiri untuk orang-orang yang suka menikmatinya"
Ya, suara-suara kecil berbicara tentang pilihan, entah itu pilihan si lampu atau pilihan si titik-titik hujan. Mereka punya caranya sendiri untuk menciptakan keindahan dan kesejukan. Mereka bebas. Saya kemudian berpikir, saya pun punya cara saya sendiri, ketika saya menyadari bahwa kebebesan untuk menjadi diri sendiri memang tidak dapat dibeli, tetapi di pilih. Saya punya cara saya sendiri untuk menciptakan rona cahaya dalam jalan hidup saya sendiri.
Anggap saja saya lampu, saya telah memilih posisi saya, berada di kerumunan daun hijau agar ketika saya menyala, bias cahaya saya akan memantul pada daun, lalu menghasilkan rona hijau dan kuning. Lalu anggap saja saya titik air hujan, yang rela melepaskan diri dari awan untuk jatuh menyapa kabel hitam, berkumpul di sana, dan pada akhirnya bertemu tanah dan menghasilkan wangi hujan.
Saya sedang belajar, belajar untuk menghargai pilihan. Saya sedang belajar, belajar untuk menikmati pilihan saya menjadi bebas, bebas menjadi seorang saya. Saya sedang belajar, belajar untuk menghargai pilihan orang lain, dengan tidak memaksakan pilihan saya kepada mereka, karena saya tidak punya hak untuk itu.
titik-titik hujan tadi sekarang sudah hilang, mungkin itu pilihannya setelah beberapa jam setia menemani saya dan bermain-main dengan imajinasi saya. lampu itu masih menyala di sana, mungkin itu pilihannya untuk menemani saya sampai pagi nanti. saya juga masih di sofa ini, dan saya memilih untuk berada pada posisi ini untuk menikmati malam, sejuk dan wangi hujan, cahaya hijau dan kuning dari daun-daun yang basah, dan menikmati satu perasaan manusiawi.
Saya memilih ini, saya menikmati ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar