Halaman

Tampilkan postingan dengan label word. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label word. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

SIKAP!



"Kamu tidak perlu menjadi siapa-siapa, susah payah bukan menemukan kebebasan untuk menjadi dirimu sendiri? Lalu kenapa harus begini dan begitu seperti kata si ini dan si itu? Lakukan apa yang baik, yang tidak merugikan orang lain, lalu yg terakhir tetap bersyukur. Itu sudah cukup bukan untuk menikmati hidup?" Bisik suara kecil di kepala gue, ketika gue sedang duduk menghadap ke jendela bis yg berjalan menuju rawamangun.

Gue sedang hidup di sebuah dunia yang penuh ke"relatif"an, dimana semua terbagi menjadi dualisme yg akan terus bertentangan. Ada benar ada salah, ada baik ada buruk, ada cantik ada jelek, dan semuanya itu relatif. Termasuk penilaian orang tentang sikap, sifat dan habitus gue, itu juga tetap relatif. Lalu, apa gue juga harus menjadi terombang-ambing diantara dua neraca relatif itu? Jawabannya mungkin ada di satu katu yang sedang gue perjuangkan saat ini: "SIKAP"

Sikap dimana gue harus menentukan jalan gue, menentukan arahnya dan harus lewat mana untuk melewati jalan itu. Sikap, yaa mungkin bisa juga dibilang pendirian, untuk tetap tegas, tegas memilih kebebasan untuk menjadi diri gue sendiri, tidak menjadi dia, atau menjadi mereka. Lalu sikap, untuk memutuskan langkah itu akan gue ambil kapan, apakah hari ini, besok atau lusa.

Rabu, 25 Juli 2012

Hilang...



"lalu senyum gue tergurat, benar-benar menikmati sinar matahari sore yang hangat, dan sepoi angin yang memeluk gue dengan erat. Kotak itu tidak lagi berat, dia sudah menghilang bersama semua kenangan di dalamnya yg tersirat"


 Banyak daun menari di ujung kelopak mata gue, waktu itu mobil yang gue tumpangi melaju cepat mengikuti setiap kelokan bukit dalam perjalanan dari Maros menuju Bone, Sulawesi Selatan. Di luar jendela gue menemukan banyak pohon cemara, daun-daun tipis, kecil dan panjangnya bersentuhan satu sama lain, seperti mengajak gue bermain bersama imajinasi.

Masih ada bayang-bayang suara debur ombak tipis di kepala gue, dan sekotak kecil kenangan yg gue alirkan di sana. Tapi kemudian, gue kembali membuka mata, hijau, kuning, dan sepoi angin menyapa gue. Di sana mata gue menemukan pemandangan baru, banyak tebing terjal ditumbuhi pohon, akarnya menjuntai asik lalu bergoyang-goyang mengikuti irama alam. Satu per satu bayangan kotak kecil itu menghilang, ditimba dedauanan kuning yg gugur dan pelan-pelan jatuh ke tanah.

Gue kembali memejamkan mata, seperti yang selalu gue lakukan untuk bermain bersama imaji, untuk menciptakan berbagai kata. Diiringi dentuman instrumental lembut dari The Trees and The Wild menyanyikan Malino di telinga gue. sekarang hanya ada adegan daun kuning yg jatuh perlahan yang gue liat beberapa menit yang lalu. Ya daun itu sama seperti kotak kecil di pinggiran pantai sana. Dia tak lagi menyatu dengan pohon pikiran gue. Waktunya sudah habis, warnanya tak lagi hijau. Dia dihempas angin, terjatuh pelan namun lekas menyentuh tanah. Lalu akan tumbuh daun hijau yang baru dan berbeda. Yang siap disapa rona lembayung matahari sehingga mampu menciptakan warna indah untuk pohon pikiran atau bahkan hidup gue.

Lalu warna jingga matahari sore muncul dari balik jendela mobil. Warna itu ada di sebelah kiri gue, menyentuh rambut gue yg tergerai lalu menari bersama sepoi angin sore yg lembut di Malino. Ada burung elang memecah matahari di sana. ada rona bias matahari di pipi gue, yan spontan menciptakan senyum yang kemudian gue rangkai dengan menarik nafas panjang. Menghirup udara hangat dan membiarkan setiap partikelnya memenuhi kepala gue. Biar mereka kembali cerah, persis seperti sore itu.

Yaaa, akhirnya semuanya benar-benar hilang. Kotak kecil itu, daun-daun kuning itu, mereka sama dan hilang, lalu tergantikan. Daun baru, judul baru ....


Jumat, 08 Juni 2012

Lampu dan Titik-titik Hujan

Bahkan cahaya lampu dan hujan pun dapat memberi saya pelajaran. Pelajaran untuk menentukan pilihan, dan menikmati kebebasan, yang pada akhirnya mampu memberi keindahan dan kesejukan.


source: www.weheartit.com

suara hujan di balik jendela tersamar oleh beberapa lagu random yang terputar di playlist saya. saya sedang menghadap ke arah jendela, memperhatikan sebuah lampu yang berjarak kurang lebih 10 meter dari tempat saya duduk. Ada titik-titik hujan diantara bias cahayanya. Kemudian saya melihat titik-titik air itu jatuh menyapa kabel hitam besar, berkumpul beberapa menit di sana, lalu kemudian jatuh menyentuh tanah. Saya sedang bermain bersama imajinasi saya saat itu, membebaskan suara-suara kecil bergema terus-menerus dalam kepala saya.

"mungkin saja lampu itu memilih berada di jarak 10 meter dari saya, di tengah-tengah daun pohon mangga supaya bias cahayanya bisa terpantul dari daun yang basah seperti cermin, dan pada akhirnya menciptakan rona kuning kehijau-hijauan yang indah"

"mungkin saja, titik-titik air hujan ini memilih untuk perlahan-lahan jatuh dari awan, menyapa kabel hitam dan berkumpul lalu akhirnya bertemu dengan tanah sebagai cara terbaiknya menciptakan sejuk dan romantisme tersendiri untuk orang-orang yang suka menikmatinya"

Ya, suara-suara kecil berbicara tentang pilihan, entah itu pilihan si lampu atau pilihan si titik-titik hujan. Mereka punya caranya sendiri untuk menciptakan keindahan dan kesejukan. Mereka bebas. Saya kemudian berpikir, saya pun punya cara saya sendiri, ketika saya menyadari bahwa kebebesan untuk menjadi diri sendiri memang tidak dapat dibeli, tetapi di pilih. Saya punya cara saya sendiri untuk menciptakan rona cahaya dalam jalan hidup saya sendiri.

Anggap saja saya lampu, saya telah memilih posisi saya, berada di kerumunan daun hijau agar ketika saya menyala, bias cahaya saya akan memantul pada daun, lalu menghasilkan rona hijau dan kuning. Lalu anggap saja saya titik air hujan, yang rela melepaskan diri dari awan untuk jatuh menyapa kabel hitam, berkumpul di sana, dan pada akhirnya bertemu tanah dan menghasilkan wangi hujan.

Saya sedang belajar, belajar untuk menghargai pilihan. Saya sedang belajar, belajar untuk menikmati pilihan saya menjadi bebas, bebas menjadi seorang saya. Saya sedang belajar, belajar untuk menghargai pilihan orang lain, dengan tidak memaksakan pilihan saya kepada mereka,  karena saya tidak punya hak untuk itu. 

titik-titik hujan tadi sekarang sudah hilang, mungkin itu pilihannya setelah beberapa jam setia menemani saya dan bermain-main dengan imajinasi saya. lampu itu masih menyala di sana, mungkin itu pilihannya untuk menemani saya sampai pagi nanti. saya juga masih di sofa ini, dan saya memilih untuk berada pada posisi ini untuk menikmati malam, sejuk dan wangi hujan, cahaya hijau dan kuning dari daun-daun yang basah, dan menikmati satu perasaan manusiawi.

Saya memilih ini, saya menikmati ini.

Jumat, 09 Maret 2012

SKRIPSI!!!

entah kerasukan malaikat mana, malam ini gue tetibaan pengen nulis sesuatu tentang sesuatu yang bisa membuat sebagian besar mahasiswa semester akhir menderita semacam kegalauan akademik, kebuntuan, kejenuhan, atau bahkan kehidupan dan kesenangan darinya. yak! sesuai judul di atas: SKRIPSI.

sebagian besar mahasiswa yang sudah memasuki semester genap berangka 8 pasti akan dibuat ketar-ketir sama tugas akhir yang menjadi syarat untuk mendapatkan gelar sarjana ini. banyak banget istilah yang dipakai sebagai simbolisasi atas segala perasaan para mahasiswa dan mbak mahasiswi, misalnya "Skrip-sweet", "skrip-shit", "skrips-nting", "skripseralooooaja!!!" dan lain-lain. menarik dan sangat kreatif melihat variasi ini. hahaha

banyak juga yang kadang suka mengeluh "dooh, pusing gue mikirin skripsi!" atau "ngomongin skripsi mulu ah, pusing gue!" dan lain-lain. nah! gambar yang gue post itu kurang lebih menjadi salah satu cambukan juga buat gue yang termasuk mahasiswi semester delapan yang seringkali mengucapkan keluhan-keluhan itu. YA IYA, skripsi itu diKERJAIN, jangan di"omongin" doang!!! IYAAAA!!!

kenapa ya? di benak sebagian besar mahasiswa/i selalu ada persepsi bahwa skripsi itu susahhhhhh!!! padahal ya, skripsi emang susah sih, tapi nggak sesusah yang lu bayangin kok *SOK!*

gue ada beberapa tips (yang juga buat diri gue sendiri) untuk menghilangkan persepsi atau anggapan bahwa skripsi itu susah, yuk, ngga usah serius-serius amat, baca aja :D

pertama, karena skripsi adalah salah satu syarat menuju sarjana, dan ini jadi salah satu karya tulis yang (harusnya) jadi karya terbaik lu selama kuliah S1, jangan menyia-nyiakan itu untuk memilih tema-tema besar yang sesuai sama passion lu atau segala sesuatu yang lu suka, yang lu senangi yang bersifat akademis pastinya. kenapa? karena segala sesuatu yang menurut lu menyenangkan pasti bakal bikin lu semangat buat ngerjain! yekannn???

kedua, sering-sering deh baca buku yang sesuai sama tema besar yang lu pilih tadi, kalau bisa baca yang banyak! mau sampe enek atau bosen juga, baca! karena pasti akan sangat bermanfaat. kalau ngga bisa beli bukunya, pinjem punya temen, ke perpus, atau liat e-book:)

ketiga, sering-seringlah bergaul dan berdiskusi sama senior yang udah lulus atau yang sedang mengerjakan skripsi, bertukar pikiran, minta saran/kritik, atau sekedar saling menyemangati.

keempat, mulai rajin ke perpustakaan, liat skripsi yang udah-udah, baca lagi sampe bosen, cari inspirasi dari situ, dan bisa di jadiin copy master, bukan copy paste! kalo skripsi atau tulisan gue sih boleh lu copy, asal jangan di paste ye kalo ngga ijin dulu:D

kelima, mulailah menulis dengan perasaan lepas, senang, dan tanpa tekanan atau paksaan. saran gue, buat yang suka musik, kalo nulis pake headset deh, setel lagu favorit, nulis deh tuh apa yang udah lu dapet dari buku-buku yang udah lu baca dan skripsi yang sudah menginspirasi lu.

keenam, jangan malu bertanya, jangan malu buat berhenti sejenak kalau udah mulai merasa bosan dan capek, jangan kelamaan berhenti untuk istirahat karena akumulasi kemalasan sama dengan petaka, jangan dengerin kata orang yang ngerendahin tulisan atau skripsi lu, dengerin kalo ada kritik yang membangun aja:D

dan yang terakhir, yang ketujuh, skripsi jangan terlalu dianggap susah, karena kalo lu udah mikirin susahnya duluan, ngerjainnya juga pasti setengah-setengah. skripsi jangan cuma dipikirin, diomongin, digalauin atau bahkan ditinggalin, tapi diKERJAIN. daaaan skripsi jangan terlalu dianggap serius, karena serius udah bubar.

yaa, kurang lebih begitu lah tips sederhana dari gue,semoga bermanfaat, kalo ngga setuju ngga usah diikutin, ngga dosa kok:)

terakhir, buat semua mahasiswa atau mahasiswi yang sedang dalam proses indah menulis skripsi, SEMANGAT YAAAHHHH:) SELESAI KOK SELESAI:D

cups:*