Halaman

Kamis, 07 Juni 2012

#DPRWolesGoesToLombok {5}

suatu hari disebuah perjalanan...


{Day 6}

"Perjalanan membawa berbagai keindahan. menciptakan berjuta kenangan. merangkai jalinan persahabatan. membawa sekalung harap di atas angan. dan, Menjadi sebuah pelajaran. Di sana, di Gili Trawangan"


"Cel, berenang ngga cel?" suara yang entah suara siapa membangun gue. Sudah pukul 10.20 siang ketika gue melirik ke arah jam tangan yang masih melingkar dipergelangan gue. "Ahhh, kesiangan, gara-gara tidur jam 5 jadi ngga liat sunrise nih, sial" pikir gue dalam hati sambil merenggangkan tulang dan segera bangun lalu keluar dari tenda. IL, Wibi, Enji dan Jond sudah bangun dan sedang menikmati hangatnya kopi sehangat suasana siang di Pantai Gili Trawangan. Gue duduk tepat di pintu depan tenda. "Tum, bagi air minum dong" kata gue sambil menunjuk sebotol air mineral yang posisinya tepat disamping kiri IL. Dengan semangat IL menyodorkan sebotol air mineral tersebut. "huweeeekks, sialan air laut nih ya!! aaaa taekk! ahahah" gue memuntahkan air asin yang sudah sempat masuk ke tenggorokan gue. Mereka semua tertawa sepenuh hati. "Nggak apa-apa cel, kapan lagi minum air laut Gili Trawangan" yang gue sambut sambil tertawa dan melemparkan kerang-kerang kecil di tangan gue. Rasa ingin berenang sudah tidak terbendung ketika melihat Jond dan Enji sudah berada di tengah pantai sambil menyelam. Gue segera masuk ke dalam tenda untuk mengambil kacamata dan membangunkan Harit yang saat itu masih pulas tertidur. "Rit, bangun! katanya mau motret?"

Setelah mengambil kacamata gue berjalan di pesisir pantai, meminta Ketum IL untuk mengambil potrait diri gue sambil berjalan dan menikmati keindahan Gili Trawangan. Dominasi warna biru dan putih bening ada di sudut mata gue. Angin laut masih menyapa dengan ramah membelai rambut gue yang tergerai. Menikmati waktu itu memang sederhana, menemukan kebahagian itu memang sederhana. 

Puas mengambil beberapa gambar dan menikmati rona biru disepanjang pantai Gili Trawangan, gue kemudian masuk ke dalam air. Enji sudah memegang kamera underwater milik Dipo. Dengan semangat gue meminta untuk dipotret sambil menyelam, ivan juga ikut bergabung, berenang bersama gue,Jond dan Enji.


kami semua bersemangat bermain air pantai yang bening dan berhasil ditembus oleh cahaya matahari yang cantik dan merona siang itu. Tidak akan berhenti sampai mata menjadi perih karena air asin :D

puas merasakan air dan berenang lalu menyelam, kami semua kembali ke pinggir pantai. menikmati kopi dan rokok, sekali lagi bahagia itu sederhana. Membicarakan banyak hal, bercanda, dan bermain pasir, week end  yang indah di salah satu pulau terindah di Lombok. Siang itu banyak turis asing yang menikmati ombak sambil surfing, beberapa diantaranya adalah perempuan dengan balutan bikini, hahaha. Mata Culin, Wibi, Enji, Ivan, IL, Jond, dan Dipo sangat cermat seketika melihat sosok turis perempuan berjalan di depan tenda kami sambil membawa papan surfing, hahaha. Jond sempat mengajak salah satu diantara mereka untuk berfoto bersama, sayangnya si Turis tidak begitu merespon, tapi Jond tetap semangat, berjalan di sampingnya dan minta diabadikan oleh Enji. 


-Makan Siang Bersama Jonathan-

Perut sudah mulai terasa lapar, keasyikan berenang ternyata menguras tenaga. Culin ditugaskan oleh IL untuk membeli beberapa nasi bungkus yang bisa kami nikmati bersama. sambil menunggu Culin kami menikmati waktu "me time" masing-masing. sekitar 20 menit menunggu Culin sampai akhirnya dia datang membawa harapan, hahaha.

Makan siang bersama Jonathan, teman baru dari Amsterdam
Kami melahap makan siang dengan bersemangat, semuanya terlihat menahan lapar dari malam kemarin, haha. siang itu kami menawarkan seorang turis asing bernama Jonathan untuk bergabung makan siang bersama kami, dan tidak disangka dia tertarik dan turut mengambil bagian. Jonathan sedang berlibur bersama teman-temannya, dia baru saja selesai surfing dan hendak kembali ke hotel menemui temannya yang lain. Kami sempat berbincang tengan sepak bola, dan kuliah, juga tidak melewatkan kesempatan untuk mengambil speed action freezing bersama.


Puas bermain bersama kami, Jonathan akhirnya pamit dan kembali ke hotel menemui teman-temannya yang lain. Setelah melihat hasil foto yang bagus saat lompat, kami akhirnya mengambil beberapa foto lainnya bersama anak-anak Fokus Unram :D



semua moment dan kebersamaan sebagai teman baru terasa seperti sahabat lama bersama anak-anak Fokus Unram. kesetiaan mereka menemani kami, semuanya seperti terjalin sudah lama dan begitu akrab. Di Tanah Lombok, kami menemukan semeton:)

Matahari terus tersenyum menemani kebahagiaan dan rasa senang kami siang itu, Jond sempat bermain bola bersama turis asing juga Ivan dan Enji :D

Di sinilah kami menemukan, bahwa waktu begitu berharga, menikmati hidup begitu berharga, tawa dan canda bersama sahabat baru begitu berharga, dan semua itu berlangsung sederhana, tidak ada kemewahan namun tidak ada harga yang mampu membayar. Kami menemukan kesederhanaan dalam setiap senyum bahagia kami. Seperti pasir yang merelakan dirinya terbaur air laut, kemudian menciptakan shape indah di pasir.   Seperti laut dan langit, yang menyatu dalam biru yang menciptakan lukisan luar biasa di pesisir. Kesedarhanaan ini akan selalu menjadi kenangan dalam imaji sepanjang nafas bergulir.

- Kembali Ke Mataram-

Setelah puas menikmati suasana dan berbagai moment luar biasa di Pulau tanpa Polusi dan Polisi, akhirnya, mau tidak mau kami harus meninggalkan pulau itu. Kurang lebih pukul 2 siang kami membereskan berbagai perlengkapan, melipat tenda dan matras. "ehh, tutup lensa gue mana?" tanya gue ketika anak-anak yang lain sedang merapihkan bawaannya masing. Ya, tutup lensa gue hilang, sepertinya benda ini sangat mencintai Gili Trawangan, tidak ingin pulang, atau mungkin ingin gue temukan kembali suatu hari nanti ketika gue kembali ke pulau ini, entahlah.

Sempat mengambil sebotol pasir pantai Gili Trawangan yang ternyata ada kepingan-kepingan kerang berwarna pink tercampur bersama putih yang menjadikannya indah. "bakal gue taro dikamar" pikir gue dalam hati, berusaha membunuh mood yang sempat rusak akibat kehilangan tutup lensa. 

public boat sudah siap menghantarkan kami kembali ke Pelabuhan Bangsal. Sebelum kembali, Dipo,Harit, IL, dan Culin sempat mengambil gambar untuk dokumentasi, lalu setelah itu kami naik ke atas public boat, mengambil posisi masing-masing, menikmati kelelahan dan suasana senang yang ikut masuk ke dalam hati masing-masing kami.

Gue menikmati ombak biru itu, gue menikmati ikan-ikan kecil yang melompat bersama-sama dan melakukan atraksi seperti lumba-lumba, gue menikmati hamparan pulau itu, gue menikmati langit biru itu, dan gue menikmati semuanya, setiap pelajaran dan harapan yang gue temukan dalam perjalanan, dan salah satunya di Gili Trawangan.

Kurang lebih pukul 3 sore kami sampai di Pelabuhan Bangsal, cuaca masih sangat panas, gue sempat membeli es krim coklat, Dipo membeli kopi kaleng dingin, dan rokok sambil menunggu teman-teman yang lain mengambil motor di tempat penitipan motor. Setelah itu kami kembali ke Mataram.

- Malimbu, Ketika matahari dan laut bercumbu-

Perjalanan pulang kami dikelilingi oleh bukit dan pantai, di sebelah kanan ada hamparan pantai yang panjang sekali, dan di sebelah kiri ada hamparan bukit yang indah sekali. Kami menyempatkan diri untuk mampir sebentar di Malimbu, salah satu tebing yang di bawahnya pantai dengan pemandangan fantastis. beberapa warga lokal, khususnya anak muda terlihat nongkrong menikmati matahari yang sebentar lagi bercumbu dengan laut.


Setelah puas bermain-main di Malimbu, kami melanjutkan perjalanan pulang. Badan sudah mulai terasa letih, tapi pemandangan alam indah di Pulau Lombok menjadi obat yang ampuh menyamarkan lelah.


Sudah magrib kami baru tiba di Rumah Wibi, gue langsung bergegas mandi supaya kembali segar. Malam itu gue mengedit beberapa foto lalu kemudian memutuskan untuk menikmati waktu sendiri di teras rumah wibi. gue duduk di tembok kecil setinggi pinggang yang melingkari teras. di sana gue bisa menemukan rasi bintang layang-layang. rasi bintang yang selalu gue temukan entah itu di Seriwe, Udayan, atau di Gili Trawangan. Gue mendengarkan beberapa lagu untuk masuk ke dalam setiap sel otak gue, merapihkan satu per satu moment dan kenangan yang sudah gue lewatkan di Lombok ini. Memilih bagian yang harus di hapus, dan yang harus di simpan dalam satu folder khusus. Angin Mataram malam itu lembut, dingin, dan membekukan.


Dipo dan Jond sedang asik mengobrol, entah mereka membicarakan apa. Harit sudah tidur, Wibi juga begitu, kecuali Ivan yang masih bangun dan menginap di rumah Wibi malam itu. Enji sepertinya sudah tidur bersama Wibi, dan Ketum IL, sedang pergi bersama Culin, entahlah mereka kemana, gue kurang memperhatikan karena keasikan menikmati "me time".


Malam itu ditutup dengan Desire dari Pure Saturday. Terimakasih untuk hari ini, terimakasih untuk kisah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar