{Day 1}
"akhirnya hari ini tiba juga" gue bergumam dalam hati sembari mematikan alarm dari handphone tepat pada pukul 6.00am WIB. sudah lama gue menunggu hari ini, hari di mana sebuah perjalanan akan gue mulai bersama tiga orang senior di DPR Sosiologi, Harit, Jond dan Dipo menuju sebuah pulau di Nusa Tenggara Barat, yaa Lombok, itulah mengapa perjalanan ini kami beri judul #DPRWolesGoesToLombok. Petualangan ini akan segera dimulai, kepenatan, dan semua sampah di otak sudah nyaris meledak, hingga melarikan diri dalam sebuah perjalanan menjadi satu cara yang gue ambil saat itu.
Tas ransel kecil milik Fyryn sudah tertutup rapih, tampak sedikit berat bersandar di tembok kosan gue. gue segera bersiap-siap karena sudah janji bertemu Jond di kampus pukul 6.30am WIB. Kurang lebih pukul 6.50am Jond menyambangi gue ke kosan karena gue harus membawa keril miliknya untuk dipakai oleh Dipo. Setelah membeli lotion di salah satu mini market gue dan Jond berangkat menuju kampus. Kami tiba di DPR pukul 7.5am, segera setalah gue tiba, Mang Agus si penjual kopi sudah menebar senyum dan menawari kami untuk ngopi sejenak sebelum berangkat menuju bandara. Tawaran Mang Agus tidak bisa ditolak, kopi dipagi hari memang sangat dibutuhkan.
Pukul 7.20am gue dan Jond berangkat menuju terminal Rawamangun, rencananya kami akan menumpang Bajaj sampai terminal dan melanjutkan perjalanan dengan Bis Damri menuju Bandara Soekarno Hatta. Gue dan Jond berjalan membawa tas kami masing-masing, sudah terlihat seperti traveler yang akan melakukan perjalanan backpacker menyusuri jalanan kampus yang masih sepi kendaraan.
-Sebuah lagu dari The Trees and The Wild berjudul Malino bernyanyi lembut di telinga gue-
gue sudah duduk manis di kursi Damri dalam perjalanan menuju bandara, beberapa pesan 140 karakter sudah di post dengan tetap malmpirkan hash tag #DPRWolesGoesToLombok sambil mendengarkan lagu-lagu yang terputar random di telinga. "Ini akan jadi perjalanan yang menyenangkan, akan banyak pelajaran baru yang gue bawa pulang, yep!!" gumam gue dalam hati sambil melihat ke arah jendela.
Pukul 9.00am kami tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta. Setelah melakukan syarat-syarat perjalanan, membayar airport tax dan menunggu beberapa menit, akhirnya kamipun terbang menuju Bali dengan pesawat Air Asia tepat puukul 10.00am WIB. Selama berada di atas awan, gue cuma bisa berpikir, apa yang akan gue lakukan, apa yang akan gue rasakan, apa yang akan terjadi saat perjalanan agar semua sampah dan kalori di otak gue terbuang tidak tersisa, sudah cukup membebankan pikiran gue ini, semuanya harus gue bersihkan hingga saat gue kembali, semuanya telah baru. Berbincang-bincang dengan Jond juga menjadi salah satu strategi membunuh waktu, dan tak terasa kami telah sampai di Pulau Dewata pada pukul 12.00 WITA.
Gue dan Jond memutuskan untuk menunggu Dipo dan Harit di Pantai Kuta. Dipo dan Harit memang berangkat belakangan, pesawat yang mereka tumpangi baru terbang pukul 3.00WIB dari Jakarta. Jadi, sambil menunggu Dipo dan Harit, gue dan Jond menikmati waktu istirahat di Pantai Kuta. "akhirnya gue sampai juga di pantai ini" pikir gue dalam hati. Turis-turis internasional sudah banyak yang mengambil posisi untuk berjemur di pinggir Pantai Kuta, beach boy tetap asyik memainkan perannya, menawari surfing pada setiap wisatawan, sampai menggoda para turis perempuan yang sedang berjemur.
"di sinilah gue, di pantai yang sangat terkenal di Indonesia, di sinilah gue akan memulai perjalanan ini, satu-satu beban akan gue lepaskan di sini, akan gue jatuhkan di pasir ini, akan gue lepaskan di ombak, akan gue jatuhkan di jalan, akan gue sebar di sepanjang perjalanan"
"mulai dari sinilah gue akan mencari dan mendapatkan berbagai pelajaran tentang keindahan, tentang hidup, tentang prinsip untuk diri sendiri, dan tentang cinta..."


Tidak ada komentar:
Posting Komentar